Peran Pesantren Dalam Pendidikan Nasional

pondok-pesantren
pondok-pesantren

Peran Pesantren Dalam Pendidikan Nasional – Pesantren memiliki kontribusi yang nyata dalam pembangunan pendidikan di negeri ini. Pesantren memiliki pengalaman yang sangat luar biasa dalam membina dan mengembangkan masyrakat. Bahkan pesantren dapat menggali potensi yang dimiliki masyarakat di sekelilingnya. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai sejarah panjang serta unik. Pesantren termasuk ke dalam pendidikan Islam yang paling awal dan masih bertahan sampai dengan saat ini. Keunikan pesantren hadir dalam berbagai situasi dan hampir dapat dipastikan bahwa lembaga ini walaupun dalam keadaan sederhana dan karakteristik yang beraneka ragam dan tidak pernah mati.

Dalam pesantren terdapat beberapa komponen, di antaranya adalah :

1.Pondok – Ciri khas tradisi dari pesantren yaitu di mana para santri tinggal bersama dan juga belajar di bawah bimbingan seorang atau lebih guru yang dikenal dengan kyai. Keadaan dalam pondok biasanya sangat sederhana dan semua kegiatan dilakukan di dalam pondok pesantren. Dan biasanya pondok pesantren dikelilingi dengan tembok agar para santri dapat terawasi dalam hal keluar masuknya sesuai dengan peraturan yang berlaku di pesantren tersebut.

2.Masjid – Masjid adalah komponen yang paling penting karena masjid merupakan pusat pendidikan dalam tradisi pesantren. Masjid mempunyai fungsi sebagai manifestasi universal dari sitem pendidikan Islam tradisional. Sejak dahulu masjid merupakan pusat pendidikan Islam. Dan masjid seringkali dijadikan tempat pertemuan, pusat pendidikan, aktivitas , administrasi  di mana kaum muslimin berada.

3.Pengajaran kitab-kitab Islam klasik – Pada saat ini pesantren telah memasukkan pengetahuan umum sebagai hal yang penting dalam pendidikan akan tetapi pengajaran untuk kitab-kitab klasik pun tetap diberikan. Kitab-kitab ini digolongkan ke dalam 8 kelompok yaitu :

   -Nahwu ( syntax ) dan saraf ( morfologi )

  -Fiqih

 -Ushul Fiqih

 -Hadist

 -Tafsir

 -Tauhid

 -Tasawuf dan etika

 -Cabang-cabang lain seperti tarikh dan balaghah

  Dalam hal penyampaian materi pun ustadz memiliki strategi dan evaluasi pembelajarannya. Ada 4 metode, di antaranya :

  1.Metode Sorogan, suatu metode pembelajaran di mana para santri diajak untuk memahami kandungan kitab kuning secara perlahan dan detail serta teliti mengikuti pemikiran dan konsep-konsep yang termuat dalam kitab dari kata per kata.

  2.Metode Bandongan, metode pembelajaran yang berupa pengkajian kitab-kitab induk di mana seorang kyai atau nustadz membacakan dan  menjabarkan isi kandungan kitab kuning sementara para santri mendengarkan dan memberikan makna.

 3.Metode Musyawarah atau diskusi, yaitu metode belajar dan mengajar di mana santri dianjurkan untuk menelaah serta memahami suatu topik atau masalah yang terdapat pada tiap-tiap kitab kuning.

 4.Metode Muhafadhoh atau hafalan,kegiatan belajar mengajar dengan cara para santri menghapal materi pelajaran secara teratur dengan menghadap kyai atau ustadz. Metode ini sangat efektif untuk memelihara daya ingat para santri terhadap materi yang dipelajarinya.

4.Santri – Merupan komponen penting untuk berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Dan menurut tradisi pesantren terdapat dua kelompok santri yaitu :

  -Santri Mukim, yaitu santri yang berasal dari daerah jauh dan menetap dalam pesantren. Santri mukim yang paling lama di pesntren akan memegang tanggung jawab untuk mengurusi kepentingan pesantren dan memikul tanggung jawab untuk mengajar santri-santri muda tentang kitab-kitab dasar dan menengah.

 -Santri Kalong, yaitu santri yang berasal dari desa-desa di sekililing pesantren dan biasanya tidak menetap di pesantren.

5.Kyai – Para kyai dengan kelebihan pengetahuannya dalam Islam dan sudah sewajarnya pertumbuhan suatu pesantren bergantung pada kemampuan pribadi kyainya.

Mengikuti perkembangan zaman, beberapa pesantren mengimbangi dengan pengetahuan umum juga ketrampilan sebagai salah satu materi yang diajarkan. Dan banyak pesantren yang telah menerapkan 70% mata pelajaran umum dan untuk 30% pelajaran agama.

Pesantren yang pada awalnya berisi sistem pengajaran dan materi ilmu-ilmu keagamaan mulai berkembang dengan menerapkan kurikulum dari sistem pendidikan nasional.

Peran pesantren dalam pendidikan nasional yaitu meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan.

 

Yayasan Pendidikan Al Ma’soem

Jl.Raya Cipacing No.22

Jatinangor – Sumedang

Telp : ( 022 ) 7798204 – 7798243 – 7792448

email : info[at]masoem.com

website : http://almasoem.sch.id

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s